parsilan maulana

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

AKU CINTA INDONESIA

Berada di tempat yang jauh dari peradaban modern sungguh memberikan suasana baru dalam alam pikiranku saat itu. Jauh dari polusi, jauh dari kemacetan, jauh dari kebisingan hiruk pikuk kota dan jauh dari dunia maya internet.

Inilah dunia nyata yang senyata-nyatanya aku pikir. Semua berpikir jujur, berkata jujur dan bertindak jujur. Udara yang begitu sejuk dan langit yang biru bersih mewarnai hari-hari dan memberi semangat serta mengisi nuansa padaku untuk be-kerja bakti dengan warga. Kerja bakti, ya… kata sederhana yang sarat makna yang sudah sangat lama tidak singgah di telingaku. Kata yang terkesan usang dan kuno di jaman yang serba modern dan dinamis, di jaman yang dipenuhi dengan kata-kata tentang kemajuan dan teknologi, tentang masa depan bangsa dan negara namun sayangnya kata-kata itu justru keluar dari mulut orang-orang yang tidak mempunyai bakti dalam jiwa kerja mereka, bakti untuk bangsa dan kerja untuk negara.

Mungkin sekali-kali para pemimpin atau calon pemimpin bangsa ini harus diisolasikan ke daerah-daerah terpencil untuk bisa merasakan makna sesungguhnya suatu kerja untuk kebersamaan masyarakat agar pikiran mereka teringatkan kembali oleh kata yang pernah mereka dengar dulu sewaktu masih menjadi rakyat di tengah masyarakat. Kerja bakti, bagi orang-orang modern di kota laksana sebuah bangunan tua yang antik yang tinggal puing-puing saja, hanya sebagai pemanis sebuah bentuk seni namun telah ditinggalkan oleh penghuninya , kosong tanpa makna.

Kami semua di situ minum dari 1 gelas yang sama, makan makanan sederhana yang saling terbagi. Kami tidak merasa miskin sama sekali, kami tidak merasa tertinggal oleh jaman. Mereka orang-orang kuat dalam mengarungi hidup, pemberani juga tangguh, bijaksana dalam berpikir karena berguru pada maha mulianya alam.

Di antara kami bercampur warga dari berbagai suku daerah. Semua bercerita, rukun dan damai. Kami saling tertawa manakala seorang dari daerah Sunda menirukan temannya yang berbahasa Jawa Tegal atau seorang Jawa Banyumas yang menirukan temannya berbahasa Batak.

Sungguh indah hari itu kurasa, aku berpikir inilah Indonesia asli, Indonesia yang murni, bukan Indonesia-nya mereka yang banyak omong tentang bangsa namun individualis, bukan mereka yang berpendidikan tinggi berbicara tentang modernitas, teknologi dan kemajuan namun sebenaranya bingung atau bukan mereka juga yang terisolasi di bangku kuliah yang sok dewasa dan selalu menjadikan teori mati sebagai berhala.

Dari situ aku terbayang betapa indahnya Indonesia di daerah-daerah pedalaman yang lainnya di nusantara. Anak-anak lugu di pedalaman rimba Kalimantan atau Sumatera, anak-anak ceria yang bermain bersama kuda-kuda mereka di Nusa Tenggara sana dan masih banyak lagi. Aku sungguh cinta Indonesia saat itu, perasaan cinta kepada bangsa yang belum pernah aku dapatkan seumur hidupku di bangku sekolah ataupun kuliah.

Bagi kalian yang masih memitoskan kulit putih sebagai suatu bentuk kesempurnaan peradaban maju atau masih memandang rumput tetangga lebih hijau, sekali-kali mungkin perlu melepaskan baju kebesaran anda, melepaskan ego di pikiran anda, membuka lebar-lebar jendela di hati, keluarlah dari kampus-kampus anda dan turun ke bumi, mencoba belajar dari alam, dari lingkungan atau dari masyarakat. Ada begitu banyak kebijaksanaan tersmbunyi di dalam masyarakat terbelakang, begitu banyak teori hidup yang memang benar-benar hidup yang tidak mungkin didapat di tengah-tengah kehidupan kemajuan dunia anda.

Beribu pulau, bahasa, suku, semuanya bersatu. Aku cinta Indonesia apapun keadaannya.

(http://miftahrahman.wordpress.com)

Single Post Navigation

One thought on “AKU CINTA INDONESIA

  1. sip tenan kak lan ……lweh sip maneh Q warai gawe ????/
    lanjutkan perjuanganmu ….dan jangan pernah menyerah !!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: